1. Menulis Sebagai Proses Penalaran. 
Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berpikir. Pada saat kita berpikir maka dalam benak kita akan timbuk serangkaian visualisasi terhadap sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Dalam perkembangannya kita sebagai umat manusia berkembang dan bertahan hidup menggunakan proses berpikir. Pada tingkatan berpikir yang lebih tinggi yang dilakukan secara sadar dan terkumpul dalam suatu urutan yang saling berhubungan dan bertujuan  untuk sampai pada suatu kesimpulan disebut dengan kegiatan bernalar. Maka bisa dibilang kegiatan bernalar adalah proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan dan pengetahuan.
Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. Penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran itu.
Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus berpikir, mcnghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya.

2. Aspek Penalaran Dalam Sebuah Karya Ilmiah.
Dapat disimpulkan bahwa suatu tulisan atau bahkan karya ilmia sebagai hasil proses deduksi, induktif atau gabungan antar keduanya. Suatu tulisan yang bersifat deduktif dibuka dengan suatu pernyataan/umum berupa kaidah, peraturan, teori, atau pernyataan umum lainnya. Selanjutnya, pernyataan itu akan dikembangkan dengan pernyataan-pernyataan atau rincian-rincian yang bersifat khusus. Sebaliknya, suatu tulisan yang bersifat induktif dimulai dengan rincian-rincian dan diakhiri dengan suatu kesimpulan umum atau generalisasi. Gabungan antara keduanya dimulai dengan pernyataan umum yang diikuti dengan rincian-rincian dan akhirnya ditutup dengan pengulangan pernyataan umum di atas.
https://id.pinterest.com/pin/21814379417728543/

   2.1 Urutan Logis.
Suatu karangan harus merupakan suatu kesatuan. Ini berarti bahwa karangan itu harus dikembangkan dalam urutan yang sistematik, jelas, dan tegas. Dalam hal ini, urutan itu dapat disusun berdasarkan waktu, ruang, alur nalar, kepentingan, dan sebagainya.


Satu lagi film yang ditunggu tunggu para penggemar Superhero diseluruh dunia. Ketika 2 icon budaya populer berada di satu film yang sama. Saya sangat excited dengan film ini. Mungkin agak melebihi semangat saya menonton film superhero yang lain. Mungkin dalam menulis Review ini ada beberapa opini saya yang subjektif dan lebih banyak hal non teknis film yang saya bahas.

Jauh sebelum tayang saya sudah menyiapkan "kostum" yang akan saya gunakan pada saat menonton, Agar lebih menambah Hype nya. Karena nonton nya pun bersama pacar biar kompak. haha

We so Excited!
Sebelum menonton memang beberapa hari sebelumnya sempat dapet info di twitter kalo ratting di Rotten Tomatoes nya jelek. Namun demi menjaga ekspektasi dan semangat, saya abaikan berita berita seperti itu.
Kemudian hari hari yang saya tunggu pun datang. Di hari pertama tayang di 21 Cineplex, saya pun dari mulai jam set 4 sudah ada di bioskop untuk memesan tiket dan agar dapat tempat duduk yang nyaman untuk jam 6 sore.
Di scene awal, pentonton kembali dinarasikan scene-scene origin Bruce Wayne dengan sinematografi yang gila! bener bener keren dan ciri khas Zack Syinder. Saya benar-benar kagum dan menikmati sampai-sampai hampir marah-marah karena ada penonton yang terlambat dan berdiri lama menghalangi layar.

Dan seperti yang ada di trailer ada beberapa adegan Man of Steel yang digambarkan dengan persfektif Bruce Wayne degan detail-detail yang mirip dengan scene Man of Steel.
Ya mungkin berhubungan dengan judul yang Batman disebutkan terlebih dulu sebelum Superman, bagian awal film menceritakan origin Batman dengan lumayan gelap (Menurut saya masih lebih gelap The Dark Knight Trilogy, But it's totaly fine). Dan Set up konfik antara Batman dan Superman bahkan Bruce Wayne dan Clark Kent sangat bagus dan logis. Masing-masing memiliki pendapat berdasarkan persfektif yang kuat. Dan saya sangat kagum dan tidak bisa berkomentar apa apa terhadap performa kedua aktor (Ben Affleck dan Henry Cavill) yang memang saya yakin akan baik sekali.

Kemudian villain utama di film ini Lex Luthor (Jesse Eisenberg) agak lumayan berbeda kharisma nya daripada film-film Superman sebelum-sebelumnya. Malah lebih terlihat Mark Zuckemberg versi jahat. Terlalu Geeky dan kurang asshole daripada yang saya kenal. Mungkin memang karakternya dikembangkan lagi saya pun kurang paham. Tapi tetap tidak merusak film ini.
Ohya dan kehadiran Wonder Woman (Gal Gadot) sangat powerfull di film ini! Terasa sekali menjadi lebih menarik karena mungkin film ini juga sebagai setup atau intro kedepannya Justice League. Wonder Woman benar-benar memikat hati setiap penonton. Bahkan dengan porsi adegan yang tidak begitu banyak sangat memberikan efek besar pada film ini. Sangat tidak sabar untuk film solo Wonder Woman!

Di sisi plot sendiri tidak ada yang terlalu berbeda, masih metode yang sama digunakan Zack Synder. Memang tidak ada twist-twist yang memuaskan tetapi overall sangat baik dan saya sangat menikmatinya sampai refleks tepuk tangan setelah selesai menonton di bioskop.
Memang banyak kritik kurang baik terhadap film ini, tetapi yang bisa saya tegaskan adalah saya sangat menikmati film ini. Bahkan saya bisa bilang kalau saya lebih menikmati ini dibanding Avengers Age of Ultron. Harapan saya terhadap waralaba Warner Bros yang sudah dimulai ini agar bisa mewarnai dominasi film superhero di dunia perfilman terlebih Box Office.

moviepilot.com
Di kesempatan kali ini saya akan Review sedikit tentang film yang baru saja saya tonton yaitu X+Y (A Brilliant Young Mind).
iMDB : 7,2
Film garapan BBC Film adalah film bergenre drama dengan nuansa yang sangat Inggris menurut saya. Memang saya akui saya kurang refrensi film drama British(Inggris). Film inggris terakhir saya tonton adalah Frank (2015) yang menurut saya memiliki beberapa kemiripan pada film yang akan saya bahas.

Singkat nya adalah Film ini bercerita tentang kehidupan seorang Anak yang didiagnosa mengidap Autis dengan bakat Matematika nya sampai kelak dia ikut serta dalam Olimpiade Matematika Internasional.

Di awal memang alur agak lambat tetapi dari pertengahan sampai akhir saya jamin menyajikan cerita drama yang menarik. Dan yang hebatnya dari film ini adalah bagaimana beberapa dialog yang menyinggung pembahasan matematika disajikan dengan baik dan tidak membingungkan.
Karena ada beberapa film yang bertemakan ilmu pengetahuan mengalami kesulitan dalam merepresentasikan ilmu pengetahuan menjadi dialog yang dapat dimengerti semua orang.

Kemudian pengambilan gambar yang baik. Dalam pergantian scene dari masa sekarang ke masa lalu atau sebaliknya dapat dilakukan dengan baik dan menurut saya pas.
Di dukung oleh aktor-aktris yang saya suka pun menambah kesenangan saya pada film ini dan soundtrack film ini pun menegaskan kesan british/inggris.


Saya akui memang dalam setup nya film ini bisa jadi agak membosankan dan bisa ditebak. Untung nya, pengambilan scene di dua lokasi berbeda (Taiwan-Inggris) membuat suasana menonton jadi lebih berwarna dan tidak membosankan.
Ditambah dengan beberapa cerita di akhir yang agak mengagetkan saya dan megalahkan ekspektasi sok tau saya mengenai plot film ini.

Jika anda memang suka dengan film dengan genre drama atau suka dengan film-film inggris. film ini sangat saya rekomendasikan. Film bagus yang menyenangkan terkadang susah di dapat. Tetapi saya bisa merekomendasikan film ini. Respon di RottenTomatoes pun menjanjikan.

Budaya Populer (Pop Culture) menjadi salah satu objek bisnis yang sangat menguntungkan beberapa dekade terakhir. Jelas dengan ada nya beberapa konfrensi dan festival Pop Culture yang ada di Indonesia khusus nya Jakarta.
Acara.co.id
Tentunya Budaya populer yang ada ini tidak di bangun dengan waktu yang singkat, tetapi dalam waktu yang cukup lama. Tidak hanya itu, Pop Culture sering kali diselipkan dalam dialog ataupun joke film film atau bahkan TV Series amerika. Saya adalah salah satu orang yang sering dijelali Pop Culture. Untuk menambah wawasan saya agar bisa lebih menikmati produk hiburan amerika, maka saya mencoba untuk mengikuti nya. Menurut analisa saya, Star Wars adalah produk Pop Culture yang paling berpengaruh dan banyak penggemarnya.

Star Wars yang pada awalnya adalah film karya George Lucas, sekarang sudah menjadi produk budaya. Saya bertaruh setiap orang yang menonton atau pernah menonton film amerika pasti tau Star Wars. Meskipun hanya tau tentang Light Saber nya, itu dapat membuktikan bahwa Star Wars banyak dikenali.
Saya pribadi jujur baru serius mengikuti Star Wars tahun ini karena rasa penasaran saya juga karena akan dirilisnya seri terbaru Star Wars (Episode VII) : The Force Awakens. Meskipun sejak kecil saya sudah mengenali Star Wars lewat game PS 1 dan mainannya (Action Figure). Jadi bisa dibilang saya masih amatir dan tidak punya memory khusus tentang film Star Wars. Oleh karena itu emosi yang ada pada saya ketika menonton The Force Awakens tidak seperti beberapa orang yang tumbuh dengan film-film Star Wars. Tapi itupun tidak mengurangi kecintaan saya terhadap Star Wars yang masih muda ini.

Saya mulai menonton Star Wars dengan antusias dari Original Trilogy yaitu  Episode IV : New Hope, Episode V : The Empire Strikes Back , dan Episode VI : Return of the Jedi. Meskispun dengan teknologi efek yang belum secanggih sekarang, cerita dan karakter yang disuguhkan dalam Trilogy pertama lebih memoriable daripada Prequel Trilogy (Episode I : The Phantom MenaceEpisode II : Attack of the Clones, Episode III : Revenge of the Sith ). Jadi saya menonton Star Wars dengan berdasarkan tahun rilis nya.
Pada Episode VII atau The Force Awakens ini , melanjutkan kembali seri Star Wars setelah Episode VI .  Banyak orang antusias dengan film Star Wars baru ini. Bisa jadi karena memang banyak fans senior yang menunggu nunggu sejak film terakhir 10 tahun yang lalu atau memang karena marketing yang sangat menghebohkan apalagi semenjak di beli oleh Disney.
Kenapa fenomena Star Wars sebegitu besar nya?

Selain karena penggemar yang tumbuh bersama dengan produk pop culture ini, karena memang penggarapan produk Star Wars memang selalu dikerjakan secara serius. Meskipun penurunan kualitas cerita pada film prekuel nya tidak bisa dihindari, tetapi saya rasa pada film yang baru ini dengan segala macam karakter dan situasi yang baru dapat menghidupkan ciri khas film Star Wars kembali. Saya yakin data penggemar Star Wars akan mengalami peningkatan setelah The Force Awakens tayang. Apalagi ketika di bioskop banyak yang membawa keluarga besar untuk menonton The Force Awakens. Menurut saya, ini adalah salah satu pertandanya.

Dan pemilihan J.J. Abrams sebagai director adalah keputusan paling tepat untuk Star Wars. Review The Force Awakens akan saya bahas nanti. Intinya dalam penulisan cerita dan penciptaan karakter Star Wars adalah representatif kisah nyata yang diolah dengan baik menjadi film yang tidak bisa dilupakan. Konsep sederhana seperti White side vs Black Side, Pembrontakan tirani, Kesempatan kedua, kekeluargaan, persahabatan dan lain lain adalah hal yang bisa kita ambil dan pelajari dari Star Wars.

Di akhir tahun 2015 ini semakin jarang saya menonton film. Mungkin karena kesibukan dan masih sedikit film bagus yang bisa di download dan layak ditonton di sela-sela kesibukan saya. Jadi ketika saya ingin menonton filn, harus memilah mana yang harus saya tonton terlebih dahulu.
Akhirnya pilihan saya jatuh ke The Walk. Saya tertarik menonton film ini karena sudah lama tidak menonton film autobiografi dan juga tentu ada aktor muda ternama yang selama ini saya kagumi karena keterlibatannya di beberapa film bagus yaitu Joseph Gordon-Levitt.

teaser-trailer.com

Singkatnya film ini menceritakan kehidupan dan perjuangan seorang artis akrobat berjalan di tali (entah apa lebih tepat namanya tetapi di bahasa inggris disebut : high-wire artist). Kecintaannya terhadap akrobat tali membuatnya memiliki cita cita untuk berjalan di objek yang selalu lebih tinggi 
hingga akhirnya punya cita-cita berjalan diantara gedung WTC sperti pada gambar di poster. 
Saya sangat senang dengan film yang berdurasi 2 jam 3 menit ini karena tidak sedikit pun membuat saya kelelahan atau mengantuk dengan film yang berdurasi lama. Karena mungkin memang setiap scene diolah secara menarik. 

Kemudian saya penasaran dan akhirnya mengetahui sang sutradara rupanya sering menangani film-film hebat yaitu Robert Zameckis. 
Sutradara dan Produser film ini memiliki rekam jejak bagus di dunia film. Dia sukses menjadi produser film seperti Polar Express dan Flight. Yang lebih mengejutkan lagi dia rupanya adalah sutradara dari Trilogy Back to the Future, Forrest Gum, Cast Away dan Christmas Carol. Pantas saya merasa agak familiar dengan plot dan editing film ini. 

Seperti kalimat yang ada di poster, film ini diambil dari kisah nyata. Tentu pemilihan cast akan disesuaikan dengan karakter yang sebenarnya. Dalam hal ini tim casting atau sutradara membuat keputusan yang baik dengan memakai JGL (Joseph Gordon-Levitt) sebagai karakter utama yaitu Philippe Petit. Dari sisi postur JGL sangat mirip dengan karakter aselinya meskipun kemiripan wajah tidak terlalu mirip.

www.ktvz.com
Philippe Petit's World Trade Center walk
http://www.telegraph.co.uk/film/the-walk/philippe_petit_world_trade_center/
Selain secara fisik, akting dan gimmick seorang JGL dalam memerankan tokoh aslinya sangat baik. Meskipun di beberapa scene ada beberapa scene yang menggunakan bahasa prancis, tetapi JGL bisa berdialog dengan baik. Kemudian dengan efek pergantian scene yang menawan dan memoriable khas Forrest Gump pun ditunjukkan oleh sang sutradara. Saya sendiri sangat tertarik sehingga film ini tidak berasa bosan meskipun berdurasi cukup lama. Dan ada beberapa bumbu komedi yang sebagian besar dari dialog-dialog tersirat dari teman, tim atau kaki tangan Petit (Tokoh utama). 

Intinya film yang saya rekomendasikan ini memberikan kita gambaran bagaimana seorang yang berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya yang meskipun  bagi beberapa orang tidak masuk akal, tetapi jika diperjuangkan dan berhasil maka akan penghormatan atas keberanian karena tidak banyak orang yang bisa melakukannya sehingga akhirnya kita menjadi legenda.

chaosbreedschaos.com
Dikarenakan ini adalah review film pertama saya, mohon dimaafkan apabila ada kesalahan dalam penulisan ataupun menyebabkan spoiler . 

Di penulisan review pertama saya ini, saya tidak membahas langsung membahas film Box Office (Meskipun saya mengaggap Film yang akan saya review sekelas Box Office) 
Yang akan saya review berikut adalah film yang berjudul Jerusalem.

iMDB : 7,2
Tetapi berbeda dengan film dokumenter biasanya, film ini hampir tidak ada scene dimana seseorang sumber memberitakan fakta atau diwawancara. Jerusalem adalah film nanungan National Geographic. Dan dalam pengkategorisasian nya sendiri termasuk dalam film dokumenter. Karena dinarasikan dan sarat akan fakta serta sejarah. 

Film ini dinarasikan oleh seorang aktor inggris ternama Bennedict Cumberbatch. Dengan suara dan aksen yang khas Bennedict menarasikan film ini dengan sangat baik. Tetapi dia tidak menarasikan seluruh cerita film, tetapi juga berdasarkan dari 3 sudut pandang penduduk di yerusalem. 
Inti cerita dari film ini adalah bagaimana sebuah kota kecil bisa menjadi pusat dunia, dan menjadi tempat suci bagi 3 agama yang ada disana. 

Jadi masing-masing sumber/narator mewakili dan merepresentasikan sudut pandang 3 agama berbeda. Seperti yang saya sebutkan tadi, ketiga orang ini menceritakan tentang yerusalem hampir tidak seperti wawancara. Scene dibuat dengan sinematografi yang baik membuat interaksi antara penonton dan film menjadi lebih hidup.

Seperti yang saya sebutkan tadi lagi, Pengambilan film ini sangat bagus dan menakjubkan karena memang untuk bertujuan untuk ditayangkan 3D, Imax, dan layar besar lainnya. Jadi pantas sinematografinya sangat nyaman dan tidak membosankan. dan ini juga yang membuat saya yakin bahwa film ini sekelas box office. Tidak sama dengan beberapa dokumenter National Geographic lainnya yang hanya untuk di layar Televisi.


Film ini disutradarai oleh Daniel Ferguson yang memang sudah biasa membuat film dokumenter dan beberapa memang tentang timur tengah. Jadi plot dari film ini pun bagus dan rapih. 
Film yang dirilis tahun 2013 ini pun mendapatkan respon bagus dari semua kritikus film dan orang yang sudah menonton. Terlihat pada situs langganan saya Rotten Tommatoes mendapatkan rating baik dari kritikus 89% dan dari penonton 91%.


Film ini sangat saya rekomendasikan untuk menambah wawasan dan juga hiburan yang berkualitas. Film ini tidak menjurus pengaruh ke unsur agama apapun karena di film ini pun membahas budaya dan 3 agama yang ada dengan faktor sejarah dan arkeologi.

Berikut adalah Trailer nya :
What is Love actually?
Cinta?
Salah satu entitas kehidupan dan kewarasan manusia. Identitias yang menurut kita membedakan kita dari mahkluk hidup lain.
Cinta adalah alasan kenapa begitu banyaknya Syair, Lagu, Lukisan, Tulisan dan berbagai hal hebat lain yang bisa diciptakan manusia.
Cinta yang enak di pandang tetapi tidak selalu enak dirasakan.
Cinta bisa mengubah manusia, merusak penalaran dan intelejensia begitu saja.
Cinta adalah sumber daya yang selama ini kita manfaatkan.
Cinta adalah sumber kompleksifitas emosi manusia.
Cinta adalah hal sederhana tetapi sebetulnya tidak sesederhana FTV atau Kutipan-kutipan dari internet.
Cinta adalah obat bius dosis tinggi. Sesakit apa pun akibat yang akan dirasakan awalnya tetapi tidak terasa bahkan bahagia bila ada cinta sebagai hasilnya.
Cinta bisa meruntuhkan segala sesuatu yang kita bangun dan percaya.
Cinta adalah apa yang dirasakan antara yang dua objek atau lebih, tetapi bisa jadi sinis jika dirasakan selain objek tersebut.
Sepintar apapun akan selalu bodoh di hadapan cinta.
Entahlah.
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home