Bab I Pendahulan

1.1 Latar Belakang

Pengguna internet di Indonesia adalah salah satu paling banyak di dunia dan terus berkembang. Pada data yang dirilis we are social pada januari 2016 terhitung pengguna internet di indonesia berjumlah 88.1 Juta pengguna dengan total populasi indonesia 259,1 juta. Mengalami pertumbuhan sekitar 15% dari tahun sebelumnya. Kemudian youtube mengklaim bahwa hampir sepertiga dari semua pengguna internet di dunia dan Pertumbuhan waktu tonton di YouTube semakin cepat dan naik minimal 50% dari tahun ke tahun selama tiga tahun berturut-turut. Jadi jelas youtube adalah media yang tidak bisa diremehkan pengaruhnya terhadap masyarakat indonesia. Dan dari banyaknya konten yang disediakan oleh pengguna youtube, salah satu konten nya adalah Vlog. Vlog adalah suatu video dimana seorang pengguna youtube (yang biasanya sudah terkenal) mendokumentasi kan kehidupan atau kegiatan dan membahas beberapa opini yang disajikan secara interaktif.
Vlog dengan penonton terbanyak di youtube sudah mencapai 14 juta lebih dan di Vlog dari indonesia sudah mencapai 600 ribu lebih. Maka fenomena Vlog yang cukup viral ini bisa dimanfaatkan sebagai momen untuk memuat konten positif secara menarik dan menghibur.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam tulisan ini yaitu:
1. Bagaimana Vlog bisa menjadi alternatif hiburan?
2. Bagaimana Vlog bisa menjadi alternatif pengetahuan?
3. Bagaimana perkembangan Vlog di indonesia?

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan karya tulis sederhana berjudul "Vlog Sebagai alternatif hiburan dan pengetahuan di Indonesia" ini adalah untuk memberikan sudut pandang dan informasi mengenai perkembangan Vlog di indonesisa terlebih dalam hal alternatif hiburan dan pengetahuan di masyarakat indonesai agar masyarakat indonesia dapat menikmati konten yang berkualitas dan menghibur secara bersamaan .

1.4 Metode Penulisan

Karya Tulis Ilmiah ini ditulis menggunakan metode studi literatur
dengan mengambil informasi dari sebahagian bahan bacaan di situs
internet. Bahan tersebut diolah guna memperoleh informasi yang dapat
menganalisis masalah dan memperoleh penyelesaiannya.

Bab II Isi dan Pembahasan 

1.1 Identifikasi Masalah 

Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, bahwa pengguna Internet di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun khususnya yang mengakses youtube. Tentunya semakin besar kuantitas maka kualitas pun kemungkinan akan berkurang. Bukan hanya dari hal youtube, bahkan dalam hal apapun pasti ada oknum yang menyalahgunakan perkembangan zaman. 
Bukan hanya dalam hal penyalah gunaan namun dalam hal kualitas konten juga. Semakin banyaknya youtuber yang membuat konten yang menyalahi aturan dan ketentuan youtube. Dari mulai video yang mengandung terlalu banyak kekerasa, konten yang mempromosikan kekerasan atau kebencian terhadap suatu kelompok terntentu, Konten seksual yang tidak memenuhi aturan usia minimal, konten yang mengandung aksi berbahaya, Konten yang mempermalukan, konten yang meniru, mengandung gambar yang sadis atau kejam, konten yang mengandum spam dan yang lainnya. Dan beberapa pelanggaran tersebut pun terkadang ada pada konten vlog. 

Bukan hanya dalam hal pelanggaran, beberapa konten di youtube pun hanya mementingkan viewers tanpa memperdulikan konten video nya. semakin banyak juga yang hanya membuat konten video hanya untuk mengikuti perkembangan tanpa membuat konten yang berkualitas dalam hal menghibur maupun mendidik. 

Namun untuk membuat konten yang berkualitas harus memiliki periapan yang matang. Dalam hal shooting, editing, scripting dan yang lainnya. Maka akan memakan waktu yang lumayan lama ditambah apabila membutuhkan bantuan beberapa orang maka akan sulit untuk mengatur jadwal dan waktu setiap youtuber. Beberapa youtuber pun tidak full time sebagai pembuat video kreatif di youtube. Banyak yang membuat konten video youtube sebagai pekerjaan sampingan atau bahkan hanya hobi. 

1.2 Analisis Masalah  

Vlog bisa menjadi hiburan alternatif yang lebih mudah diakses bahkan dibuat. Karena vlog bisa dibuat hanya menggunakan kamera yang sederhana dan editing video yang sederhana. Beberapa konten vlog bisa menarik karena biasanya youtuber yang memiliki vlog memiliki kegiatan yang unik atau menyenangkan dalam kesehariannya. Jadi penonton bisa merasa tertarik dan mengetahui pengalaman sang vlogger (pembuat vlog) dan bahkan terkadang penonton merasa seperti menonton kegiatan nya sendiri karena beberapa kesamaan yang pasti ada pada sebuah konten vlog akan menjadi menyenangkan. Jadi secara umum vlog bisa memberikan hiburan sederhana dan dapat dinikmati secara luas oleh semua orang. 

Bukan hanya dalam hal menhibur, vlog juga bisa memberikan kita penonton akses terhadap pengetahuan. Beberapa vlogger secara sengaja atau tidak disengaja pasti memberikan pengetahuan secara umum kepada para penonton. Pengetahuan bisa datang dari opini sang vlogger terhadap sesuatu, Pengalaman yang dilalui oleh sang vlogger, tips dan trik yang dibagikan secara spontan oleh vlogger dan terkadang memang ada bahasan khusus yang dibuat khusus untuk konten vlog namun dibuat secara sederhana atau santai. 

Vlog di indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat sampai tahun ini. Banyak youtubers yang biasa memiliki konten dan viewers yang banyak masuk dalam ranah vlog. Jadi otomatis semakin banyak pula vlog yang berkualitas. Namun tidak hanya youtubers saja yang memiliki vlogger banyak orang yang tidak berlatar belakang youtube atau bukan youtube sebelumnya memiliki vlog dengan konten yang menarik yang biasanya adlaah seorang entertainer, artis, aktor, aktris, sosialita dan lainnya. 

Bab II Isi dan Pembahasan 

1.3 Kesimpulan 
Jadi pada perkembangan Internet di indonesia yang semakin meningkat, maka konsumsi hiburan non tv seperti youtube akan mengalami perkembangan juga. Oleh karena itu konten yang ada di youtube akan bertambah salah satunya yang paling sederhana namun menarik adalah Vlog. Jadi Vlog sangat bisa menjadi alternatif hiburan dan pengetahuan yang akan terus berkembang dan bertambah banyak karena menghadirkan keuntungan kepada kedua pihak (vlogger dan youtuber). 


vlog mistakes
www.wochit.com
tarproductions.com

wearesocial-2016-indonesia-215
we are social. 

Daftar Pusaka 

Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Medan,2014, Buku kumpulan LKTI 2014
https://www.techinasia.com/indonesia-web-mobile-statistics-we-are-social
https://www.youtube.com/yt/press/id/statistics.html
http://www.smartinsights.com/social-media-marketing/social-media-strategy/new-global-social-media-research/attachment/2015-social-network-popularity-by-country/
https://rajayoutube.files.wordpress.com/2016/01/statistik-grafik-pertumbuhan-youtube-di-indonesia.jpg
https://www.youtube.com/results?sp=CAM%253D&q=vlog+indonesia
https://www.youtube.com/results?q=vlog&sp=CAMSAhAB
http://www.wikihow.com/Be-a-Vlogger
https://www.youtube.com/yt/policyandsafety/policy.html

Bahasa Pada Manusia . 

Menurut Noam Chomsky ada bahasa muncul pada 60,000 sampai 100,000 tahun yang lalu. Pada mulanya manusia berkomunikasi dengan cara memperagakan dan meniru suara suatu objek. Seiring perkembangan hidup manusia, otak manusia pun ber evolusi. Manusia mulai mencocokkan pola pada objek dan menamainya untuk mempermudah hidup. 

Bahasa Indonesia. 

Terdapat lebih dari 7000 bahasa yang ada di dunia ini. Kenapa bahasa bisa beraneka ragam? Jawabannya adalah Isolasi.Sederhananya nenek moyang kita berimigrasi ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan sumber makanan, dan mereka terpisah dan membentuk bahasa bahasa yang baru yang disesuaikan dengan kondisi alam, makanan dan aspek kehidupan yang lain. Itu juga yang menyebabkan di indonesia terdapat beberapa bahasa yang berbeda beda atau secara teknisnya disebut dengan "Super Language". Karena Indonesia adalah negara yang luas dan terpisah oleh pulau pulau. Biasanya juga bahasa suatu daerah yang berdekatan akan memiliki beberapa kesamaan. Seperti bahasa Indonesia, Singapore, Malaysia dan lainnya. Bahasa yang menyatukan rakyat indonesia disamakan agar memudahkan masyarakat berkomunikasi dengan masyarakat bernegara. 

Bahasa Pada Era nya. 

Pada Zaman romawi kuno manusia menyadari bahwa dibutuhkannya suatu bahasa yang umum dan dapat dipahami dan dimengerti oleh semua orang atau disebut sebagai "Lingua Franca". Pada perkembanganya, Lingua Franca sempat berganti-ganti setiap masa nya. Seperti saat ini Lingua Franca kita adalah bahasa inggris atau Lingua Franca Republik Indonesia adalah  bahasa indonesia. Tentu semua dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya bahasa inggris kenapa bisa menjadi Lingua Franca atau bahasa pemersatu karena kolonialisme nya yang tersebar di seluruh dunia. Inggris adalah negara dengan tingkat kolonialisme atau penjajahan terbesar di dunia pada zamannya. Tidak hanya itu, dominasi bahasa inggris pun dipengaruhi oleh Amerika serikat yang menguasai perekonomian dunia sejak abad 20. Jadi secara teknis bahasa inggris menjadi Lingua Franca karena pengaruhnya pada dunia. 

Lalu apakah hubungan pemaparan yang sudah dijelaskan tadi terhadap eksistensi bahasa indonesia? 
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya pengaruh bahasa di indikasi dengan beberapa faktor pada era nya. Seperti era kolonialisme, perdagangan dan sampai sekarang bahasa inggris mendominasi karena banyaknya negara besar berpengaruh di dunia menggunakannya. 

Lalu apakah di Indonesia di kemudian hari akan menggunakan bahasa inggris dalam sehari hari? Apakah akan mempengaruhi eksistensi bahasa indonesia? 
Semua kemungkinan ada. Termasuk bahasa inggris sebagai bahasa indonesia sehari-hari. Karena mungkin banyak dan sering nya kita mengkonsumsi bahasa inggris dan besarnya tuntutan untuk mengenal bahasa inggris. 
Apalagi di era Globalisasi kini. Kemajuan teknologi dan informasi mempermudah masyarakat indonesia untuk mengerti bahkan menguasai bahasa inggris. Kita seperti ketinggalan banyak hal jika tidak dapat mampu menguasai bahasa inggris. Kelihatannya seperti bahasa inggris akan menjajah bahasa indonesia pada era Globalisasi ini. Padahal tidak juga. Justru seperti kita yang membajak globalisasi. 
Kenapa bisa begitu? Jika diperhatikan perkembangan era globalisasi ditandai dengan berkembang nya teknologi dan informasi. Beberapa akses kita terhadap globalisasi justru dimudahkan dengan bahasa indonesia. 
Beberapa produk globalisasi menyesuaikan produknya dengan pengadaan bahasa indonesia untuk mempermudah akses dan menjembantani konsumen. Contoh nya seperti sistem operasi pada smarphone, mesin pencarian terkemuka sekarang Google, situs jejaring sosial Facebook, dan beberapa media internasional dan produk hiburan lainnya. Kemudian di dukung oleh fakta bahwa manusia bisa menguasai lebih dari satu bahasa di kehidupannya. Dan juga dari rumah, sekolah dan organisasi lainnya masih dan akan terus berakar pada bahasa indonesia. Jadi masyarakat indonesia bisa menguasai bahasa inggris tanpa perlu takut akan lupa bahasa indonesia karena pada dasarnya manusia bisa menguasai lebih dari satu bahasa. Bahkan ada beberapa orang yang menguasai lebih dari 6 bahasa atau disebut "Polyglots". 
Jadi jelas bahwa eksistensi bahasa indonesia pada era globalisasi justru tidak berkurang bahkan cenderung bertambah didukung dengan fakta indonesia menduduki peringkat ke 4 populasi dunia di tahun 2016. 

http://squline.com/

Refrensi :

  • H.Sturtevant. 1992. The Origin of Language. Classical Associations of the Atlantic States. 6
  • http://journals.plos.org/plosbiology/article?id=10.1371/journal.pbio.1001934
  • http://www.brainpickings.org/2012/06/20/noam-chomsky-the-science-language/
  • http://people.howstuffworks.com/speak-same-language.htm
  • http://www.slate.com/blogs/lexicon_valley/2014/08/21/origin_of_languages_tower_of_babel_proto_languages_and_the_brothers_grimm.html
  • http://www.factmonster.com/ipka/A0775272.html
  • Crystal, David,. (2003). English as a Global Language. Cambridge : Cambridge University Press.
  • Clyne, Michael. (2008). English as an International Language. Melbourne : Monash University Press.
  • Genc, Bilal,. & Erdogan, Bada,. (2010). English as a World Language in Academic Writing. New York : The Reading Matrix, Volume 10, Number 2, 10.
  • Norbert, Francis,. & Ryan, Phyllis M,. (1998). English as an International Language of Prestige: Conflicting Cultural Perspectives and Shifting. New York : Wiley on behalf of the American Anthropological Association Ethnolinguistic Loyalties, 20.
  • Warschauer, Mark,. (2000). The Changing Global Economy and the Future of English Teaching. Alexandria : TESOL Quarterly, Vol. 34, No. 3, TESOL in the 21st Century, 26. http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?historyid=099 pada 10 Januari 2016 http://www.bbc.com/news/magazine-12017753 pada 10 Januari 2016
  • http://list25.com/25-largest-empires-in-history/5/ pada 10 Januari 2016


Di negara Indonesia ini beropini kadang dianggap hal tabu. Orang-orang dulu sering mengagungkan filosofi diam itu emas. Dari organisasi terkecil pun (Keluarga) sudah tidak mendukung yang namanya beropini, anak-anak yang rasa ingin tahunya tinggi kalo sering nanya dibilang cerewet. Yang mempunyai opini berbeda terhadap orang tua sering dibilang melawan.
Kita sejak dulu sering di suruh diam dari berkeluarga, maka saat kita ke organisasi yang lebih luas misalnya sekolah. Dalam bersekolah Guru harus dituruti, guru tidak boleh diberikan opini yangberbeda. Kita dibiasakan diam dan lipat tangan.
Tidak heran banyak sekarang mahasiswa yang tidak aktif dalam berkuliah. Sekalinya ada yang hiperaktif maka akan dipandang sinis dan dikucilkan. Keberanian beropini sudah dibunuh sejak lama. Punya argumen dan opini dianggap membangkang. Mungkin ini ada pengaruhnya kenapa kita bisa selama 32 tahun di pimpin oleh seorang diktaktor. Dan bahkan masih banyak yang mengagung agung kan beliau. Padahal beliau pun adalah salah satu dalang dibalik teror kepatuhan dalam sistem bermasyarakat dan dalam institusi pendidikan kita dulu.

Semakin canggihnya teknologi informasi membuat informasi dan ilmu sangat mudah di dapat. Anak-anak yang tumbuh di era secanggih sekarang sering dituduh manja dan tidak patuh seperti anak-anak era sebelumnya.
Kepintaran anak-anak jaman sekarang yang disebabkan oleh perkembangan teknologi tidak didukung dengan perkembangan intelektualitas pendidik. Anak anak di era informasi yang lebih banyak beropini harusnya didukung dengan pendidik yang beropini dan memiliki pengetahuan yang luas. Hal ini sebetulnya bukanlah hal baru. Hanya saja sekarang menjadi lebih lumrah beropini dibanding jaman dulu.

Negara ini bisa merdeka karena para tokoh-tokoh kemerdekaan kita memiliki opini terhadap belanda dan mempunyai nyali dan ilmu untuk menentang sistem penjajahan. Tokoh Revolusioner yang meruntuhkan kediktaktoran orde baru pun mempunyai opini yang kuat dan mati-matian mempertahankan nya agar indonesia bisa hidup di era bebas seperti sekarang ini.
Tetapi memang tidak semua orang yang beropini bisa hidup damai. Tokoh-tokoh seperti Tan Malaka, Soe Hok Gie, Widji Tukul, Munir dan yang lainnya adalah beberapa contoh yang berhadapan dengan maut karena opini nya. Oleh sebab itu kita harus berstyukur dan memanfaatkan era bebas seperti ini untuk beropini. Karena memang opini kita tidak selalu benar, tetapi jika kita utarakan kita akan tahu benar atau tidaknya. Jika tidak kita utarakan/kemukakan maka kita tidak tau kebenarannya.

theodysseyonline.com
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, bukum, teori atau putusan lain yang berlaku umum untuk suatu hal ataupun gejala. Berdasarkan atas prinsip umum tersebut ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus yang merupakan bagian dari hal atau gejala di atas. Dengan kata lain, penalaran deduktif bergerak dari sesuatu yang umum kepada yang khusus.














Diagram di atas ialah diagram Euler.
Gambar I   :  Menunjukkan bahwa S identik dengan P
                     S = P; Semua manusia adalah makhluk rasional.
Gambar II  : S tidak berhubungan dengan P.
                     Tidak ada S yang P; Tidak ada cacing yang bernapas dengan paru-paru.
Gambar III : S adalah sebagian dari P.
                     Semua S adalah P; Semua kerbau adalah binatang.
Gambar IV : Sebagian S adalah P. Beberapa S = P; Beberapa manusia jenius.
www.drmauricegodwin.com


Silogisme
Silogisme merupakan suatu cara penalaran yang formal. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar. Misalnya ucapan "Ia dihukum karena melanggar peraturan "X", sebenarnya dapat kita kembalikan ke dalam bentuk formal berikut:
a. Barang siapa melanggar peraturan "X" harus dihukum.
b. Ia melanggar peraturan "X"
c. la harus dihukum.
Bentuk seperti itulah yang disebut silogisme. Kalimat pertama (premis ma-yor) dan kalimat kedua (premis minor) merupakan pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan (kalimat ketiga).

Entimen
Sebelumnya telah disinggung bahwa silogisme jarang sekali ditemukan di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam tulisan pun, bentuk itu hampir tidak pernah digunakan. Bentuk yang biasa ditemukan dan dipakai ialah bentuk entimem. Entimem ini pada dasarnya adalah silogisme. Tetapi, di dalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh:
Menipu adalah dosa karena merugikan orang lain.
Kalimat di atas dapat dipenggal menjadi dua:
  a. menipu adalah dosa
  b. karena (menipu) merugikan orang lain.
Kalimat a merupakan kesimpulan sedangkan kalimat b adalah premis minor (karena bersifat khusus). Maka silogisme dapat disusun:
 My:
 Mn : menipu merugikan orang lain
 K menipu adalah dosa.
Dalam kalimat di atas, premis yang dihilangkan adalah premis mayor. Untuk melengkapinya kita harus ingat bahwa premis mayor selalu bersifat lebih umum, jadi tidak mungkin subjeknva "menipu". Kita dapat menalar kembali dan menemukan premis mavornva: Perbuatan yang merugikan orang lain adalah dosa.
Untuk mengubah entimem menjadi silogisme, mula-mula kita cari dulu ke-simpulannya. Kata-kata yang menandakan kesimpulan ialah kata-kata seperti jadi, maka, karena itu, dengan demikian, dan sebagainya. Kalau sudah, kita temukan apa premis yang dihilangkan.

Definisi Penalaran Induktif
Menurut Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007: 14) penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus.
Penalaran induktif mungkin merupakan generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat. Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu mengenai sernua atau sebagian dari gejala serupa itu. Di dalam analogi kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala ditarik berdasarkan pengamatan terhadap sejurnlah gejala khusus yang bersamaan. Hubungan sebab akibat ialah hubungan ketergantungan antara gejala-gejala yang mengikuti pola sebab akibat, akibat-sebab, dan akibat-akibat.

www.drmauricegodwin.com

Generalisasi 
Di dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus sebagai penjelasan lebih lanjut.
ContohMurid laki-laki itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Murrid perempuan itu pergi ke sekolah, dia memakai seragam sekolah.
Generalisasi : Semua murid yang pergi ke sekolah memakai seragam sekolah.
Jenis-Jenis Generalisasi adalah:
- Generalisasi dengan loncatan induktif.
Generalisasi dengan loncatan Induktif adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Hampir seluruh remaja di Indonesia sudah menggunakan aplikasi WhatsApp.
- Generalisasi tanpa loncatan induktif.
Generalisasi tanpa loncatan induktif adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Sensus penduduk dan Pemilu.

Analogi
Analogi yang dimaksudkan di sini hukan analogi penjelas seperti di atas, melainkan analogi induktif. Artinva, suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan/referensi tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran suatu gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial penting yang bersamaan. Dengan demikian, untuk mengemukakan suatu analogi induktif, yang perlu diperhatikan ialah apakah persamaan yang dipakai sebagai dasar kesimpulan benar-benar merupakan ciri-ciri esensial penting yang berhubungan erat dengan kesimpulan yang dikemukakan.
Bagaikan badai mengamuk, memorakporandakan segala sesuatu yang ditemui. Rumah-rumah berantakan, pohon-pohon bertumbangan tiada bersisa. Tinggallah akhirnva dataran yang luas dan sunyi dengan puing-puing gedung dan pohon-pohon yang tumbang. Demikianlah penderitaan telah membuatnva hancur luluh tanpa ampun. Rasanya tak ada lagi yang tersisa, kecuali bagan yang hampa rasa, tanpa citra, cipta, dan karya.
Tulisan di atas merupakan contoh analogi deklaratif. Dalam tulisan ini hebatnya penderitaan digambarkan sebagai badai yang menghancur ratakan suatu daerah. Maksudnya tentu saja agar pembaca dapat lebih menghayati bagaimana beratnya penderitaan yang dialami.


Kausalitas. 

Proses penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Hubungan kausal ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut:
1. Sebab – Akibat -> Sebab – akibat ini berpola A menyebabkan B.
2. Akibat – Sebab -> Akibat – sebab ini berpola Akibat dari B
3. Sebab-akibat 1 akibat 2 -> suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.
Harga beras dan kebutuhan pokok lainnya melonjak tinggi. Kenaikan harga-harga tersebut mencapai dua kali lipatnya dari harga semula. Beberapa warung makan gulung tikar dan sebagian yang lain menaikkan harga dagangannya. Oleh karena itu, biaya hidup anak kost atau para perantau terutama di kota-kota besar bertambah mahal.
1. Menulis Sebagai Proses Penalaran. 
Manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berpikir. Pada saat kita berpikir maka dalam benak kita akan timbuk serangkaian visualisasi terhadap sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Dalam perkembangannya kita sebagai umat manusia berkembang dan bertahan hidup menggunakan proses berpikir. Pada tingkatan berpikir yang lebih tinggi yang dilakukan secara sadar dan terkumpul dalam suatu urutan yang saling berhubungan dan bertujuan  untuk sampai pada suatu kesimpulan disebut dengan kegiatan bernalar. Maka bisa dibilang kegiatan bernalar adalah proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan dan pengetahuan.
Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. Penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran itu.
Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus berpikir, mcnghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya.

2. Aspek Penalaran Dalam Sebuah Karya Ilmiah.
Dapat disimpulkan bahwa suatu tulisan atau bahkan karya ilmia sebagai hasil proses deduksi, induktif atau gabungan antar keduanya. Suatu tulisan yang bersifat deduktif dibuka dengan suatu pernyataan/umum berupa kaidah, peraturan, teori, atau pernyataan umum lainnya. Selanjutnya, pernyataan itu akan dikembangkan dengan pernyataan-pernyataan atau rincian-rincian yang bersifat khusus. Sebaliknya, suatu tulisan yang bersifat induktif dimulai dengan rincian-rincian dan diakhiri dengan suatu kesimpulan umum atau generalisasi. Gabungan antara keduanya dimulai dengan pernyataan umum yang diikuti dengan rincian-rincian dan akhirnya ditutup dengan pengulangan pernyataan umum di atas.
https://id.pinterest.com/pin/21814379417728543/

   2.1 Urutan Logis.
Suatu karangan harus merupakan suatu kesatuan. Ini berarti bahwa karangan itu harus dikembangkan dalam urutan yang sistematik, jelas, dan tegas. Dalam hal ini, urutan itu dapat disusun berdasarkan waktu, ruang, alur nalar, kepentingan, dan sebagainya.


Satu lagi film yang ditunggu tunggu para penggemar Superhero diseluruh dunia. Ketika 2 icon budaya populer berada di satu film yang sama. Saya sangat excited dengan film ini. Mungkin agak melebihi semangat saya menonton film superhero yang lain. Mungkin dalam menulis Review ini ada beberapa opini saya yang subjektif dan lebih banyak hal non teknis film yang saya bahas.

Jauh sebelum tayang saya sudah menyiapkan "kostum" yang akan saya gunakan pada saat menonton, Agar lebih menambah Hype nya. Karena nonton nya pun bersama pacar biar kompak. haha

We so Excited!
Sebelum menonton memang beberapa hari sebelumnya sempat dapet info di twitter kalo ratting di Rotten Tomatoes nya jelek. Namun demi menjaga ekspektasi dan semangat, saya abaikan berita berita seperti itu.
Kemudian hari hari yang saya tunggu pun datang. Di hari pertama tayang di 21 Cineplex, saya pun dari mulai jam set 4 sudah ada di bioskop untuk memesan tiket dan agar dapat tempat duduk yang nyaman untuk jam 6 sore.
Di scene awal, pentonton kembali dinarasikan scene-scene origin Bruce Wayne dengan sinematografi yang gila! bener bener keren dan ciri khas Zack Syinder. Saya benar-benar kagum dan menikmati sampai-sampai hampir marah-marah karena ada penonton yang terlambat dan berdiri lama menghalangi layar.

Dan seperti yang ada di trailer ada beberapa adegan Man of Steel yang digambarkan dengan persfektif Bruce Wayne degan detail-detail yang mirip dengan scene Man of Steel.
Ya mungkin berhubungan dengan judul yang Batman disebutkan terlebih dulu sebelum Superman, bagian awal film menceritakan origin Batman dengan lumayan gelap (Menurut saya masih lebih gelap The Dark Knight Trilogy, But it's totaly fine). Dan Set up konfik antara Batman dan Superman bahkan Bruce Wayne dan Clark Kent sangat bagus dan logis. Masing-masing memiliki pendapat berdasarkan persfektif yang kuat. Dan saya sangat kagum dan tidak bisa berkomentar apa apa terhadap performa kedua aktor (Ben Affleck dan Henry Cavill) yang memang saya yakin akan baik sekali.

Kemudian villain utama di film ini Lex Luthor (Jesse Eisenberg) agak lumayan berbeda kharisma nya daripada film-film Superman sebelum-sebelumnya. Malah lebih terlihat Mark Zuckemberg versi jahat. Terlalu Geeky dan kurang asshole daripada yang saya kenal. Mungkin memang karakternya dikembangkan lagi saya pun kurang paham. Tapi tetap tidak merusak film ini.
Ohya dan kehadiran Wonder Woman (Gal Gadot) sangat powerfull di film ini! Terasa sekali menjadi lebih menarik karena mungkin film ini juga sebagai setup atau intro kedepannya Justice League. Wonder Woman benar-benar memikat hati setiap penonton. Bahkan dengan porsi adegan yang tidak begitu banyak sangat memberikan efek besar pada film ini. Sangat tidak sabar untuk film solo Wonder Woman!

Di sisi plot sendiri tidak ada yang terlalu berbeda, masih metode yang sama digunakan Zack Synder. Memang tidak ada twist-twist yang memuaskan tetapi overall sangat baik dan saya sangat menikmatinya sampai refleks tepuk tangan setelah selesai menonton di bioskop.
Memang banyak kritik kurang baik terhadap film ini, tetapi yang bisa saya tegaskan adalah saya sangat menikmati film ini. Bahkan saya bisa bilang kalau saya lebih menikmati ini dibanding Avengers Age of Ultron. Harapan saya terhadap waralaba Warner Bros yang sudah dimulai ini agar bisa mewarnai dominasi film superhero di dunia perfilman terlebih Box Office.

moviepilot.com
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home